- Sungai yang airnya jernih dan deras.
- Air hujan.
- Embun yang menempel pada rumput dan daun daun.
- Di dalam batang pohon bambu biasanya terdapat air.
- Kantung semar (Nepenthes sp) biasanya mengandung air.
- Pohon pisang. Potong batang secara horizontal kira-kira 10-15 cm dari permukaan tanah, bentuk seperti mangkuk, tutup dengan daun lebar. tunggu 1-2 jam agar air terkumpul.
- Cari lembah dengan kumpulan tumbuhan yang mencolok kemudian digali.
- Pada patahan biasanya terdapat mata air, gali
- Di hutan tropis pegunungan biasanya terdapat banyak lumut, letakkan syal, kemudian isap airnya. Lebih baik dilakukan pada pagi hari.
- Indikator hewan. Hewan biasanya mencari air pada sore hari. Ikuti jejak mamalia yang merumput (herbivora). Burung pemakan biji bijian biasanya tidak jauh dari sumber air. Tawon jarak terbangnya 6-7 m dari sumber air. beberapa lalat biasanya hanya terbang 90-100m dari sumber air.
- Akar gantung beberapa tumbuhan terutama yang berkulit kayu tebal, berdiameter lebih dari 5 cm juga dapat digunakan untuk mencari air. Potong akar gantung setinggi kita mampu, kemudian dengan cepat potong bagian bawahnya, tegakkan secara vertikal agar air turun.
- Tumbuhan berupih biasanya menangkap air pada bagian upihnya,atau pada bagian bunganya.
- Bila ada pohon tumbang berikut akar-akarnya biasanya pada bagian bekas akar terdapat lubang dengan air di dalamnya. rebus dahulu.
- Buah-buahan tropis banyak mengandung air, jangan lupa edibility tes.
- Nypa sp juga dapat diminum airnya. pukul-pukul batang bunga Nypa sp dengan memakai tongkat (jangan sampai patah), kemudian potong bagian tersekat dengan bunganya, biarkan tetesan air yang keluar beberapa saat.
- Mata hewan banyak mengandung air, dapat dekstraksi dengan cara menyedotnya.
Kamis, 05 Desember 2013
Teknik mendapatkan air dalam kondisi survival
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar